Minggu, 07 Juni 2015

SEMINAR KEBUDAYAAN untuk PELESTARIAN BAHASA INDONESIA maupun BAHASA DAERAH



Nama         : Aprillia Rachmawati
NIM           : 1410302034
E-mail        : ar.aprillia@yahoo.com

A.      Latar Belakang
Bahasa merupakan alat untuk berinteraksi atau alat komunikasi guna mengekspresikan pikiran dan gagasan kepada antar sesama makhluk hidup. Bahasa tidak bisa tercipta dengan sendirinya. Bahasa terbentuk melalui proses yang panjang guna pemahaman penggunanya dan pengaturan sistem penggunaannya. Terdapat banyak bahasa yang ada didunia ini. Dan setiap bahasa tentu ada sejarahnya. Tak terkecuali bahasa nasional kita, bahasa Indonesia.Bahasa Indonesia taklainadalahbahasaMelayu yang telah menyatu dengan bahasa daerah dan bahas aasing yang berkembang di Indonesia (Rahayu 2009:8).
Bahasa Indonesia dengan sejarahnya yang panjang membuatnya terkenal sampai ke luar negeri. Bahasa Indonesia menempati peringkat ke-10 di dunia sebagai bahasa yang paling banyak dipelajari di berbagai negara. Bahasa Indonesia pun menjadi salah satu pilihan jurusan perkuliahan di beberapa universitas di Australia serta menjadi bahasa yang paling terkenal ke-4 di negara kanguru tersebut.
Dengan terus menggunakan, mempelajari serta mengembangkannya sebagai bahasa sehari-hari dengan baik dan benar akan membuat bahasa Indonesia menjadi semakin dikenal dan tentunya tetap lestari. Menularkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia kepada sesama pun perlu untuk menjaga agar bahasa yang memiliki sejarah yang menarik ini semakin banyak orang yang melestarikannya.
Namun disisi lain tak dapat dipungkiri bahwa kita berasal dari daerah-daerah di Indonesia dengan bahasa daerahnya masing-masing. Dan mungkin saja bahasa utama kita adalah bahasa daerah tersebut karena pengaruh lingkungan serta tutur orang tua sehari-hari. Indonesia sendiri memiliki ratusan suku dan  daerah yang tersebar dari Sabang hingga Merauke dengan bahasa daerahnya masing-masing. Sekitar 500 lebih bahasa daerah terdapat di Indonesia.Dampaknya, persatuan para pemuda yang terpisah-pisah dalam suatu organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan menyatakan tekadnya yang bulat untuk bersatu sebagai pemuda Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia dalam setiap komunikasi nasional (Widjono 2007:2).
Pada suatu siang hari yang cerah, secara tidak sengaja Penulis mendengar pernyataan ayah kepada adik Penulis, “Cah kae nganggo basa Indonesia po, ndug? Kok nggaya...”. Dari pernyataan tersebut, timbul pemikiran bahwa mungkin saja masih banyak orang yang berpandangan bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia, seseorang akan dianggap sombong atau congkak. Padahal bahasa Indonesia adalah warisan milik kita bersama sebagai bahasa pemersatu bangsa. Lantas apa yang salah menggunakan bahasa tersebut untuk berbicara?
Jika hal tersebut dibiarkan maka akan menimbulkan suatu pandangan dimana seseorang akan cenderung lebih memilih untuk menggunakan satu bahasa saja atau mencampur-adukan kedua bahasa tersebut. Kita tentu tahu bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu negara dalam menjalin persatuan dan kesatuan Indonesia. Dan bahasa daerah merupakan ciri khas suatu daerah sebagai kebanggan bahwa mereka mempunyai sejarah mereka sendiri atas budaya dan bahasa yang berbeda dari daerah lainnya.Bahasa Indonesia dan bahasa daerah merupakan dua hal penting yang harus tetap dijaga kelestariannya.Lalu bagaimanakah upaya yang harus dilakukan agar penggunaan serta pelestarian bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa daerah sebagai simbol kebanggaan daerah berjalan secara seimbang?
Berdasarkan permasalah yang terjadi, Penulis telah berusaha untuk memikirkan, meneliti, dan menemukan solusi yang tepat dengan menulis makalah yang berjudul “Seminar KebudayaanuntukPelestarianBahasa Indonesia maupunBahasa Daerah”.

B.       Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia secara Singkat
Bahasa Indonesia diadaptasi dari bahasa Melayu. Perjalanan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sangatlah panjang. Dahulu, bahasa Melayu menjadi bahasa pokok beberapa kerajaan di Indonesia. Bahasa Melayu sebagai bahasa kebudayaan digunakan sebagai bahasa sehari-hari misalnya dalam kegiatan perdagangan, perhubungan, dan lainnya. Bahasa Melayu yang mudah dipelajari ini pun telah mendapat persetujuan dari kerajaan-kerajaan di Indonesia untuk digunakan sebagai bahasa nasional. Itulah sebabnya induk dari bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu. Hampir seluruh kosakata dalam bahasa Indonesia berasal dari kosakatabahasa Melayu.
Salah satusikapnegatifbangsa Indonesia dalammemandangbahasa Indonesia adalahmenganggapbahasa Indonesia adasecarailmiah (Suharianto 1981:13). Padahal para pendahulu kita telah berusaha keras mengatur bahasa Melayu sedemikian rupa sehingga tercipta bahasa yang sampai saat ini kita kenal dengan bahasa Indonesia. Dimulai dari perbendaharaan kata, pelafalan kata, pemenggalan kata, penyerapan kata dari bahasa asing, serta kaidah-kaidah lainnya sehingga memunculkan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dikukuhkannya bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928 dalam ikrar Sumpah Pemuda adalah tonggak sejarah yang paling berpengaruh dalam sejarah perkembangannya. Kemudian setelah peristiwa tersebut, muncul berbagai kegiatan organisasi bertemakan bahasa Indonesia, salah satunya Konggres Bahasa Indonesia I hingga V. Pada Konggres Bahasa Indonesia V yang diadakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober-3 November1988, menghasilkan (1) Kamus Besar Bahasa Indonesia, (2) Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia dan (3) buku-buku bahan penyuluhan bahasa Indonesia. Konggres ini merupakan konggres terbesar dalam sejarah perkembangannya karena dihadiri oleh banyak pakar bahasa Indonesia dari seluruh Nusantara dan diikuti oleh peserta tamu dari negara sahabat (Wahyono 2014:11).
Sudah menjadi suatu keharusan bagi kita sebagai penutur asli bahasa Indonesia untuk mempertahankan, meningkatkan rasa cinta kita kepada bahasa Indonesia serta tetap terus menggunakannya.

C.      Alasan Sebagian Orang Lebih Memilih Menggunakan Bahasa Daerah
Berikut adalah beberapa hal yang membuat seseorang lebih senang menggunakan bahasa daerah.
1.        Kebiasaan sehari-hari yang lebih sering menggunakan bahasa daerah.
2.        Rasa cinta yang teramat sangat kepada daerah atau suku.
3.        Bahasa daerah lebih mudah digunakan.
4.        Bahasa daerah lebih nyaman digunakan.
5.        Kebanggaan menggunakan bahasa daerah sebagi simbol kebudayaanya.
6.        Kurang mengerti situasi yang tepat untuk berbahasa Indonesia.
7.        Ketakutan akan tergesernya bahasa daerah dengan adanya bahasa nasional.
8.        Kurangnya rasa nasionalisme dan rasa memiliki bahasa Indonesia.
9.        Ketidaktahuan mengenai sejarah bahasa Indonesia.
10.    Kurang mengetahui manfaat berbahasa Indonesia.
Derasnya arus transmigrasi yang menghasilkan orang-orang sukses, membuat kita mau tidak mau harus menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. Beberapa orang Indonesia menganggap bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan oleh orang yang status sosial, kemampuan ekonomi, atau kemampuan intelektualnya yang tinggi serta dihormati dalam masyarakat. Padahal rata-rata kemampuan ekonomi orang Indonesia berada pada tingkat menengah ke bawah. Itulah yang menyebabkan sebagian besar orang Indonesia memilih untuk menggunakan bahasa daerah daripada bahasa Indonesia. Mereka merasa tidak pantas berbahasa Indonesia hanya karena perbedaan status sosial dan hal-hal lain tersebut. Padahal bahasa Indonesia adalah warisan milik kita bersama sebagai bahasa persatuan yang harus kita lestarikan juga. Lalu siapa yang akan melestarikan bahasa Indonesia jika bukan orang Indonesia itu sendiri?

D.       Pentingnya Berbahasa Indonesia
Kaum generasi muda dihadapkan pada pilihan yang sulit dimana pada satu sisi mereka diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan pendidikan. Namun disisi yang lain mereka kembali menggunakan bahasa daerah setelah usainya kegiatan pendidikan di sekolah. Belum lagi ditambahkannya mata pelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa universal. Tidak ada salahnya menjadi seseorang yang menguasai lebih dari satu bahasa. Namun perlu kita ketahui bahwa setiap bahasa mempunyai kaidahnya masing-masing. Hal yang berbahaya jika bahasa-bahasa tersebut digunakan secara beriringan dalam satu waktu. Karena hal tersebut dapat merusak makna dan kaidah yang telah diatur.
Berikut beberapa hal tentang pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
1.        Bahasa Indonesia adalah bahasa milik bangsa Indonesia. Sehingga menjadi kepantasan sebagai orang Indonesia menggunakan bahasa Indonesia.
2.        Bahasa Indonesia dapat menyatukan negara yang terdiri dari ratusan suku dan bahasa.
3.        Bahasa Indonesia memudahkan kita untuk berinteraksi dengan orang dari daerah lain di Indonesia yang belum tentu paham akan bahasa daerah kita.
4.        Bahasa Indonesia adalah lambang identitas nasional yang harus dilestarikan.
5.        Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi kenegaraan.
6.        Bahasa Indonesia sebagai bahasa penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan (Wahyono 2014: .
7.        Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pengembang kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Jadi dengan bahasa Indonesia pun kita tetap biasa menjaga kelestarian budaya daerah kita melalui berbagai seminal atau festival kebudayaan untuk memperkenalkan budaya daerah kita kepada daerah lain.
8.        Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan mengurangi resiko terjadinya kesalahpahaman antarkomunikator.
9.        Sejarah panjang serta rumitnya penyusunan setiap bagian dari bahasa Indonesia oleh para pendahulu harus kita hargai dengan bangga menggunakannya.
10.    Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar dalam kegiatan pendidikan.

E.      Simpulan dan Saran
Penulis berkesimpulan bahwa nasionalisme dan rasa memiliki bahasa Indonesia dari orang pribumi masih kurang. Penulis beranggapan bahwa mungkin mereka belum mengerti secara benar akan sejarah bahasa Indonesia. Bahwa para pendahulu kita telah bersusah payah dalam mengatur bahasa ini sehingga menjadi bahasa sebaik sekarang. Sebagian orang masih merasa belum merasa memiliki bahasa Indonesia sehingga enggan menggunakannya.
Pemerintah dan pihak-pihak lain yang terkait sebaiknya lebih menggencarkan seminar atau pelatihan berbahasa yang bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta dan bangga akan bahasa Indonesia. Sejarah terbentuknya bahasa Indonesia juga harus diceritakan dengan jelas secara kronologis. Sehingga masyarakat menjadi tahu bagaimanasesungguhnyabahasa Indonesia itudan lebih mencintainya.
Kita juga harus pandai dalam menentukan kapan waktunya menggunakan bahasa Indonesia dan kapan waktunya menggunakan bahasa daerah. Bahasa Indonesia dan bahasa daerah sama-sama penting untuk dijaga kelestariannya.
Menyelenggarakan berbagai seminar atau festival kebudayaan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk melestarikan budaya daerah pun dapat dilakukan. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk keduanya. Pertama, kita tetap menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar sehingga penutur bahasa Indonesia semakin bertambah. Kedua, bahasa dan budaya daerah tetap lestari karena semakin banyak orang yang mengerti akan hal tersebut.
Diharapkan semakin banyak orang Indonesia yang menjadi lebih cinta dan bangga dalam menggunakan bahasa Indonesia secara tepat namun tak melupakan bahasa daerah. Dengan demikian, bahasa Indonesia dan bahasa daerah akan terus dipelajari dan dimengerti oleh kaum generasi penerus bangsa dan tetap lestari.

DAFTAR PUSTAKA

Wahyono, Hari, 2014. BAHASA INDONESIA Penuntun Terampil Berbahasa. Yogyakarta: Deepublish.
Rahayu, Minto, 2009. Bahasa Indonesia di PerguruanTinggi. Jakarta: GRASINDO.
Suharianto, S, 1981. PengantarBahasa Indonesia yang BaikdanBenar. Surakarta: Widya Duta.
Sugihastuti, 2005. Rona Bahasa dan Sastra Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hs, Widjono. 2007. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar